BENTUK DEKONSTRUKSI FIQH DALAM NOVEL PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN KARYA ABIDAH EL-KHALIEQY [The Fiqh Deconstruction Form in The Novel Perempuan Berkalung Sorban by Abidah El-Khalieqy]

Uman Rejo

Abstract


Abidah El-Khalieqy’s thought about the concept of fiqh which had been used as a legal reference, it bring out many gender inequality. The power and the authority of the islamic boarding schools that had been used as an example of the people turned out many legal injustice to the women, thus came the idea of Abidah El-
Khalieqy to deconstruct it. Hadith of the Prophet be delivered at that time had been interpreted by the mufties with their perspective and legalized to be used as the patent laws all the time.Therefore Abidah El-Khalieqy deconstruct the hadith with humanly consideration, so there is no discrepancy between the rights of the men and the women. Based on this phenomenon, the focus of the study discussed in this paper were how the concept of fiqh formed of the author’ thought in the novel PBS and how the fiqh deconstruction form conducted by the
author of the novel PBS? The study used the sociology of literature approach. From the study can be concluded that the fiqh deconstruction conducted by the author of the novel PBS was not deconstruct the contents of hadith, but interpreting the causality from the descent of the Prophet’ statement.

 

Pemikiran Abidah El-Khalieqy mengenai konsep fiqh yang selama ini dijadikan referensi hukum, ternyata banyak memunculkan ketimpangan gender. Kekuasaan dan otoritas pesantren yang selama ini dijadikan contoh masyarakat ternyata banyak memunculkan ketidakadilan hukum pada perempuan, sehingga muncul pemikiran Abidah El-Khalieqy untuk mendekonstruksinya. Hadis Nabi yang disampaikan pada zaman itu ditafsirkan oleh para ulama dengan perspektifnya dan dilegalkan menjadi hukum paten yang digunakan sepanjang masa. Untuk itu Abidah El-Khalieqy mendekonstruksi hadis tersebut dengan pertimbangan secara manusiawi, sehingga tidak terjadi ketimpangan antara hak laki-laki dan perempuan. Berdasarkan fenomena tersebut, maka fokus kajian yang didiskusikan dalam tulisan ini adalah bagaimana konsep fiqh membentuk pemikiran pengarang novel PBS dan bagaimana bentuk dekonstruksi fiqh yang dilakukan pengarang dalam novel PBS?. Kajian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Dari kajian tersebut dapat disimpulkan bahwa dekonstruksi fiqh yang dilakukan pengarang melalui novel PBS bukanlah mendekonstruksi isi hadis, melainkan menafsirkan kausalitas dari turunnya ucapan Nabi tersebut.


Keywords


deconstruction; fiqh; gender; islamic boarding school; hadith; dekonstruksi; fiqh; pesantren; hadis

Full Text:

PDF

References


Arimbi, Diah Ariani. 2009. Reading Contemporary Indonesian Muslim

Women Writers: Representation, Identiy, and Religion Of Muslim Women in Indonesian Fiction. Amsterdam: Amsterdam University Press.

Culler, Jonathan. 1983. On Deconstruc-tion: Theory and Criticism After

Structuralism. New York: Cornell University Press.

El-Khalieqy, Abidah. 2001. Perempuan Berkalung Sorban. Yogyakarta:

Yayasan Kesejahteraan Fatayat.

Fakih, Mansour. 1999. Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kurnia, Fabiola Dharmawanti. 2009. Pelangi Sastra dan Budaya. Surabaya: Unesa University Press.

Mustaqim, Abdul. 2003. Tafsir Feminis Versus Tafsir Patriarkhi: Telaah Kritis Penafsiran Dekonstruksi Riffat Hasan. Yogyakarta: Sabda Press.

Nawawi, Muhammad bin Umar. 2000. Terjemah Uquduulijam: Etika

Berumah Tangga. Terjemahan Afif Busthomi dan Mashuri Ikhwan. Jakarta: Pustaka Amani.

Nuruzzaman. 2004. Islam Agama Ramah Perempuan: Pembelaan Kiai

Pesantren. Yogyakarta: LKiS.

Ratna, Nyoman Kutha. 2004. Relevansi Teori-teori Postrukturalisme dalam

Memahami Karya Sastra, Aspek-aspek Kebudayaan Kontemporer pada

Umumnya. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Sastra di Fakultas Sastra Universitas Udayana Denpasar, 1 Mei 2004.

Rejo, Uman. 2011. “Diskriminasi Kelas dan Gender Terhadap Perempuan Bali dalam Novel Tarian Bumi Karya Oka Rusmini” dalam LINGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra6(3) hlm. 241—248.

2012. “Perlukah Teori Sastera dalam Apresiasi?”dalam Majalah

Bahana Edisi Juli 2012 No. 356 Jilid 47 ISSN 0005-3988 diterbitkan oleh

Dewan Bahasa dan Pustaka Brunei Darussalam halaman 35—38.

. 2015. Panorama Sastra dan Budaya: Kumpulan Kritik, Esai, dan

Apresiasi Sastra. Semarang: Tunas Puitika Publishing.

Sarup, Madan. 2003. Posstrukturalisme dan Posmodernisme: Sebuah Pengantar Kritis. Terjemahan Medhy Aginta Hidayat. Yogyakarta: Jendela.

Sugiharto, I Bambang. 1996. Postmodernisme: Tantangan bagi Filsafat. Yogyakarta: Kanisius.

Sugihastuti dan Suharto. 2002. Kritik Sastra Feminis: Teori dan Aplikasinya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sukri, Sri Suhandjati. 2001. Bias Jender Dalam Pemahaman Islam Jilid I.

Yogyakarta: Gama Media.

. 2002. Pemahaman Islam dan Tantangan Keadilan Jender Jilid II. Yogyakarta: Gama Media.

Sumaryono, E. 1993. Hermeneutik: Sebuah Metode Filsafat. Yogyakarta:

Kanisius.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 TOTOBUANG

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

TOTOBUANG INDEXED BY:

   

__________________________________________________________________________________________________________

@2017 Kantor Bahasa Maluku, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Kompleks LPMP Maluku, Jalan Tihu, Wailela, Rumah Tiga, Ambon 97234
Telepon/Faksimile (0911) 349704

Powered by OJS 

 Image and video hosting by TinyPic