RELASI MAKNA KESINONIMAN NOMINA DALAM TINGKAT TUTUR BAHASA MADURA [Noun Synonymies Relation Meaning in Speech Level of Madurese]

Siti Komariyah

Abstract


Pairs synonyms of a language are often overlapping because each of these words is considered to have synonyms. Such overlapping use can lead to misunderstanding. This research is trying to describe pairs of noun synonyms in Madurese and its synonymies related to its meaning within the synonym members. The theory used in this article is the synonym theory. The research methodology used in this research is descriptive-qualitative. Data collection is done by applying the interview, documentation, and field note techniques, while data analysis is done by applying distributional method. Based on the analysis, noun synonyms in Madurese can be devided into concrete and abstract nouns.  There are three speech levels of Madurese in the synonyms, namely low, medium, and high levels.

 

Pasangan sinonim suatu bahasa seringkali dipakai secara tumpang tindih karena masing-masing kata tersebut dianggap memiliki kesinoniman. Pemakaian yang tumpang tindih tersebut dapat mengakibatkan adanya salah pengertian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kata yang menjadi pasangan sinonim nomina dalam bahasa Madura dan hubungan makna kata-kata yang menjadi anggota pasangan sinonim dalam sebuah kesinoniman. Teori yang digunakan adalah teori sinonimi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, dan teknik catat, sedangkan analisis data menggunakan metode distribusional. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa sinonim nomina bahasa Madura dapat dibedakan dalam  nomina konkret dan nomina abstrak. Kosakata nomina bahasa Madura yang  bersinonim adalah kosakata dengan tingkat tutur kasar, madya, dan halus.


Keywords


synonym; noun; Madurese; sinonim; nomina; bahasa Madura

Full Text:

PDF

References


Ladislav, Zgusta. 1971. Manual of Lexicography. Mouton. The Hague: Paris.

Leech, Geofrey. 1974. Semantics. Harmonsworth.

Muniah, Dad. 2000. Kesinoniman dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Pusat Bahasa.

Pateda, Mansoer. 2001. Semantik Leksikal. Jakarta. Rineka Cipta.

Rifai, Mien A. 2013. Pencedekiaan Bahasa Madura: Kiat Pengembangannya dalam Menghadapi Tantangan Era Informasi dan Globalisasi: Surabaya. Jurnal Medan Bahasa Vol. 7 N0.1

Kridalaksana, Harimurti. 2001. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Meriam-Webster’s. 1993. Collegiate dictionary (9th ed). Springfield, M.A.

Sudaryanto. 1986. Metode Linguistik. Kedudukan Aneka Jenisnya dan Faktor Penentu wujudnya. Yogyakarta. Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Gajah Mada.

Verhaar, J.W.M. Pengantar Linguistik..1983. Yogyakarta. Gajah Mada University Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 TOTOBUANG

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

TOTOBUANG INDEXED BY:

   

__________________________________________________________________________________________________________

@2017 Kantor Bahasa Maluku, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Kompleks LPMP Maluku, Jalan Tihu, Wailela, Rumah Tiga, Ambon 97234
Telepon/Faksimile (0911) 349704

Powered by OJS 

 Image and video hosting by TinyPic