FEMINITAS, EKOFEMINISME, DAN CERPEN INDONESIA [Femininities, Ecofeminism, and Indonesia Short Story]

Anas Ahmadi

Abstract


Research about femininity in literature is not a new thing. However, studies of femininitythat related with environmental philosophy and ecofeminism in literature are still warmly discussed. During this time, the environmental movement has mostly dominated by men. However, along with the emergence of ecofeminism, women also want to be involved in the environmental movement. Ecofeminists want to save the environment by their own way. Therefore,this study described about femininity which has  relation with the environment. This study used descriptive-interpretative approach, while the data source used  Cerpen Kompas 2012-2015. It had appeared in the 2012-2015 Compass Short Story Collection. The emergence of the femininity appeared through the following segments. First, women who love plants weredisplaying through figure’thoughts and actions  in loving plants. Second, women and environmental management weredisplaying through female’s figure who were able to makethe clean environment. Third, women who longed thenature wererepresented by female’ figurewho yeared surroundingnature, rain and river. Futhermore,inthe short stories that written in compass collection, it seems that there were still few authors who raised women in the frame of ecofeminism. Whereasecofeminismthat appears in the literature is one author’s way to save the environment.

Keywords:

 

Abstrak

Penelitian tentang feminitas dalam sastra memang bukanlah hal yang baru. Namun, penelitian feminitas yang dikaitkan dengan filsafat lingkungan dan ekofeminisme dalam sastra masih hangat diperbincangkan. Selama ini, gerakan lingkungan lebih banyak didominasi oleh kaum laki-laki. Namun, seiring dengan munculnya ekofeminism, perempuan juga ingin berkecimpung dalam gerakan lingkungan. Para ekofeminis ingin menyelamatkan lingkungan dengan cara mereka. Berkait dengan hal tersebut, dalam penelitian ini dipaparkan tentang feminitas dalam kaitannya dengan lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-interpretatif, sedangkan sumber data yang digunakan adalah Cerpen Kumpulan Kompas tahun 2012—2015. Hal tersebut muncul dalam Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2012—2015. Pemunculan feminitas tersebut tampak melalui segmen berikut. Pertama, perempuan yang mencintai tumbuhan, ditampilkan melalui pemikiran dan tindakan tokoh dalam mencintai tumbuhan. Kedua, perempuan dan pengelolaan lingkungan, ditampilkan melalui tokoh perempuan yang mampu membuat lingkungan menjadi bersih. Ketiga, perempuan yang merindu alam, ditampilkan melalui tokoh perempuan yang merindu alam sekitar, hujan dan sungai. Berkait dengan pemunculan ekofeminisme dalam sastra Indonesia, lebih spesifik kumpulan cerpen Kompas tampaknya masih sedikit pengarang yang mengangkat perempuan dalam bingkai ekofeminisme. Padahal, ekofeminisme yang muncul dalam sastra merupakan salah satu bentuk suara pengarang untuk menyelamatkan lingkungan.

Kata-kata kunci:

Keywords


femininities; ecofeminism; environmental philosophy; Indonesian Short Story; feminitas; ekofeminisme; filsafat lingkungan; cerpen Indonesia

Full Text:

PDF

References


Ahmadi, Anas. 2014. “Perempuan Agresif dan Opresif dalam Antologi Cerpen Kompas 2012: Tinjauan Psikologi Gender. Lentera. Vol.10/No.1. Hlm. 65—74.

_____________. 2017. “Melawan Alienasi Lingkungan”. Jawa Pos, hlm. 5.

Archana, F. 2012. Dari Salawat Dedaunan sampai Kunang-kunang di Langit Jakarta. Jakarta: Kompas.

Brooks, A. 2004. Postfeminisme dan Cultures Studies. Yogyakarta: Jalasutra.

Bloksgaard, Lotte. 2011. “Masculinities, Femininities and Work – The Horizontal Gender Segregation in the Danish Labour Market”. Nordic Journal of Working Life Studies, 1 (2):1—17.

Cudworh, Erika. 2005. Developing Ecofeminist Theory: The Complexity of Difference. New York: Palgave.

Dale, Spender. 2000. Global Women’s Issues and Knowledge. Nwe York:Routledge.

Fromm, E. 2002. The Art of Loving. Terj. Jakarta: Freshbook.

Gaard, Greta. 1993. Ecofeminism. Philadelphia. Temple University Press.

Humm, M. 2002. Ensiklopedia Feminisme. Terj. Yogyakarta: Fajar Pustaka.

Kramarae, C. & Spender, D. 2000. Encylopedia of Women: Globals Women’s Issues and Knowledge. New York: Routledge.

Ngeh, S. & Purnomo, A. 2014”. Pengetahuan Perempuan atas Tanaman Obat”. Dalam Dewi Candra N (Ed.). Ekofeminisme II: Narasi Iman, Mitos, Air, & Tanah. Yogyakarta: Jalasutra.

Nugroho, Y. 2012. “Salawat Dedaunan”. Dalam Fajar A. (Ed.). Dari Salawat Dedaunan sampai Kunang-kunang di Langit Jakarta. Jakarta: Kompas.

Munroe, Jennifer & Laroch, Rebecca. 2011. Ecofeminist Approaches to Early Modernity. Palgrave: New York.

McDonalds, Hugh. P. 2014. Environmental Philosophy:A Revaluation of Cosmopolitan Ethicsfrom an Ecocentric Standpoint. Amsterdam: Rodhopy.

Tong, R. 1998. Feminist Thought. Terj. Yogyakarta: Jalasutra.

Sakai, G.T.F. 2012. “Kak Ros”. Dalam Fajar A. (Ed.). Dari Salawat Dedaunan sampai Kunang-kunang di Langit Jakarta. Jakarta: Kompas.

Sugiarti & Handayani, T. 2008. Konsep dan Teknik Penelitian Jender. Malang: UMM Press.

Sukeni, N. 2009. Hegemoni Negara dan Resistensi Perempuan. Bali: Udayana Press.

Utari, Dewi R. 2016. “Liang Liu”. Dalam Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2015. Jakarta: Kompas.

Yuliati, Y. 2014. “Pengetahuan Perempuan Tengger atas Tanah, Air, dan Hutan”. Dalam Dewi Candra N (Ed.). Ekofeminisme II: Narasi Iman, Mitos, Air, & Tanah. Yogyakarta: Jalasutra.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 TOTOBUANG

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

TOTOBUANG INDEXED BY:

   

__________________________________________________________________________________________________________

@2017 Kantor Bahasa Maluku, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Kompleks LPMP Maluku, Jalan Tihu, Wailela, Rumah Tiga, Ambon 97234
Telepon/Faksimile (0911) 349704

Powered by OJS 

 Image and video hosting by TinyPic