KONSTRUKSI SOSIAL PEPATAH TRADISIONAL DAN ATURAN ADAT UNTUK KESEIMBANGAN EKOLOGI [Social Construction of Traditional Proverb and Customary Law For Balancing Ecology]

Dina Amalia Susamto

Abstract


Traditional proverb is a language expression that is used as a tool to legitimize knowledge in a society. Lombok people have local knowledge that came from proverb and customary law that solved the  ecology’s problem that increase today. Language ass traditional proverbs and customary law are used as the tools to construct people’s thought toward social awareness through internalization . The study aimed to analyze the proverb and costumary law which has used as the tools to construct social awareness. The study also  discussed  about kinds of traditional proverbs and customary law and their appearance, how the social contruction which related to ecology could construct people’s  awareness in west  Nusa Tenggara through proverbs and customary law, and how individual and society practiced their culture, such as keeping ecology, after internalizing the values. . The results showed that  the change of social structure that caused by the change of dinamical power  had contributed to knowledge and   people’s awareness of the environment. Language was the representative of  the symbolical legitimation of the law  which was expressed in  traditional proverbs and custamry law. These proverbs and customary law are used to construct  people’s awareness from generation to generation through internalizing the values.



Pepatah tradisional merupakan ekspresi berbahasa yang menjadi sarana dalam legitimasi pengetahuan  masyarakat.  Masyarakat Lombok memiliki pengetahuan lokal yang berasal dari pepatah tradisional dan hukum adat yang dapat mengatasi masalah-masalah ekologi yang kini semakin meningkat . Bahasa dalam ungkapan tradisional dan hukum adat digunakan sebagai alat untuk mengonstruksi pola pikir masyarakat terhadap kesadaran sosial melalui  proses internalisasi . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pepatah tradisional dan hukum adat yang digunakan sebagai  alat untuk mengonstruksi  kesadaran sosial. Permasalahan yang dibahas adalah pepatah tradisional dan hukum adat apa saja yang muncul dan bagaimana konteks kelahirannya, bagaimana konstruksi sosial yang berhubungan dengan ekologi bekerja   melalui ungkapan tradisional dan  hukum adat untuk membentuk kesadaran masyarakat Nusa Tenggara Barat, dan bagaimana  praktek budaya, dalam diri individu dan masyarakat, seperti menjaga ekologi di Nusa Tenggara Barat,  setelah  nilai-nilai itu terinternalisasi. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa struktur sosial yang berubah di masyarakat sebagai akibat dari dinamika kekuasaan yang berubah telah berkontribusi terhadap  pengetahuan dan membentuk kesadaran masyarakat terhadap lingkungan hidup. Bahasa merupakan representasi simbol legitimasi aturan masyarakat yang muncul dalam pepatah tradisional dan hukum adat. Pepatah tradisional dan hukum adat digunakan untuk mengonstruksi kesadaran masyarakat  dari generasi ke generasi melalui proses internalisasi nilai.


Keywords


Traditional Proverb and Custamary Law; social Construction; Ecology; Pepatah Tradisional dan Hukum Adat; Konstruksi Sosial; Ekologi

Full Text:

PDF

References


Achdian, Andi. 2015. “Leuwung Hejo Masyarakat Ngejo (Hutan Hijau Masyarakat Sejahtera):Konstruksi Politik Hijau dan Siasat Politik Kontemporer dalam Tradisi Lisan Masyarakat Kasepuhan Kawasan Hutan Lindung Gunung Halimun, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten”, dalam Merayakan Keberagaman Tradisi Sebagai Warisan Budaya prosiding Seminar Internasional dan Festival Tradisi Lisan IX Wakatobi, 12-15 Juni 2015.

Adawiyah, Muazzatun. 2009. Pendidikan Pesantren Menurut Pemikiran Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Tesis Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. (http://digilib.uinsuka.ac.id/6932/1/BAB%20I%2C%20V%2C%20DAFTAR%20PUSTAKA.pdf) diakses tanggal 17 Mei 2018.

Berger, Peter L and Luckmann, Thomas. 1967. The Social Construction of Reality A Treatise In The Sociology of Knpowledge. New York: Penguin Press

Bonita MK dalam Sadikin, Pipin Noviati., Arifin, Hadi Susilo., Pramudya, Bambang., Mulatsih, Sri. 2017. “Carrying Capacity to Preserve Biodiversity on Ecotourism in Mount Rinjani National Park, Indonesia”. Biodiversitas. Vol.18, No. 3. hlm. 978—989.

Cederroth, Sven. 1981. The Spell of The Ancestors And The Power of Mekkah A Sasak Community on Lombok. Sweden: Vasastadens Bokbinderi.

Darman, Faradika. 2017. “Representasi Manusia dan Alam dalam Puisi Aku, Hutan Jati dan Indonesia Karya Yacinta Kurniasih”. Totobuang, Vol.5, No. 2. hlm. 243—254.

Hardiman. 2015. “Mengkreasi Produk Kajian Ekolinguistik terhadap Tradisi Lisan Kabjanti di Muna: Menuju ke Arah Penguatan Kajian Eco-Oral Tradition dalam Merayakan Keberagaman Tradisi Sebagai Warisan Budaya prosiding Seminar Internasional dan Festival Tradisi Lisan IX Wakatobi, 12--15 Juni 2015.

Jerome, Brunner. 1991. The Narrative Construction of Reality. In the Critical Inquiry 18. (Autumn 1991), The University of Chicago.

Lamadira, Asrif. 2015. “Mitos Imbu Pada Masyarakat Wakatobi”. Tradition dalam Merayakan Keberagaman Tradisi Sebagai Warisan Budaya prosiding Seminar Internasional dan Festival Tradisi Lisan IX Wakatobi, 12--15 Juni 2015.

Riggs, Rebecca A., Langston, James D., Margules, Chris., Boedhihartono, Agni Klintuni ., She Lim, Han., Sari, Dwi Amalia., Sururi, Yazid., Sayer, Jeffrey. 2018. “Governance Challenges in an Eastern Indonesian Forest Lanscape”. Sustainability, Vol. 10, No. 169 . doi:10.3390/su10010169. (www.mdpi.com/journal/sustainability), diakses tanggal 17 Mei 2018.

Riyanto, Geger. 2009. Peter L Berger Perspektif Metatoeri Pemikiran. Jakarta: LP3S

Suprapto. 2015. “Religious Leaders and Peace Building The Roles of Tuan Guru and Pedanda in Conflict Resolution in Lombok Indonesia”. Al-Jāmi‘ah: Journal of Islamic Studies. Vol. 53, no.1. hlm. 225-250. DOI. 10.14421.

Taena1, La., Sailan, Zalili., Nalefo, La., Basri, Ali., Laepe, Ader., Samsul., Helmina, Siti., Miliha, La., Kuasa, Wa. 2016. “The Cultural Tradition of Falia in Preserving Forest by Munanese Ethnic”. Journal of Sustainable Development. Vol. 9, No. 5. hlm. 200-206.

Wahyudewantoro, Gema. 2018. “The Fish Diversity of Mangorove Waters in Lombok Island, West Nusa Tenggara, Indonesia”. Biodiversitas. Vol. 19, no.1. hlm. 71-76.

Zaelani, Kamaluddin. 2007. Satu Agama Banyak Tuhan. Mataram: Pantheon Media Pressindo.

Sumber Internet

Asia Ifada Org. 2012. Kerusakan Ekosistem Mangrove dan Upaya Pelestariannya di kabupaten Lombok Barat. https://asia.ifad.org/web/indonesia/home/-/news/6160/newsletter. Diakses 12 Desember 2015.

Yayasan Terumbu Karang Indonesia. Terumbu Karang: Manfaat Ekologi dan Ekonomi, Beserta Faktor Pengancamnya. https://www.slideshare.net/terangi2011/terumbu-karang-manfaat-ekologi-dan-ekonomi-beserta-faktor-pengancamnya. diakses 7 November 2015


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 TOTOBUANG

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

TOTOBUANG INDEXED BY:

   

__________________________________________________________________________________________________________

@2017 Kantor Bahasa Maluku, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Kompleks LPMP Maluku, Jalan Tihu, Wailela, Rumah Tiga, Ambon 97234
Telepon/Faksimile (0911) 349704

Powered by OJS 

 Image and video hosting by TinyPic